7 Film Indonesia yang Wajib Ditonton

Film Indonesia yang Wajib Ditonton

Perfilman Indonesia sudah melahirkan banyak karya yang meninggalkan jejak kuat, baik dari sisi pencapaian box office, kualitas cerita, maupun pengaruhnya terhadap industri. Genre yang diusung pun beragam, mulai dari drama sejarah, komedi horor, aksi, hingga kisah persahabatan.

Berikut 7 film terbaik sepanjang masa versi kami, disusun berdasarkan pencapaian penonton, penghargaan, dan reputasinya di industri perfilman Tanah Air.

1. Agak Laen (2024)

Agak Laen

Disutradarai komika Muhadkly Acho, film horor komedi ini mengisahkan empat sekawan penjaga rumah hantu di sebuah pasar malam yang harus menghadapi kejadian tak terduga ketika salah satu wahana mereka benar-benar merenggut nyawa pengunjung.

Agak Laen menjadi fenomena box office dengan meraih sekitar 9 juta penonton bioskop, salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia, dan bahkan melahirkan sekuel “Agak Laen 2: Menyala Pantiku!” yang mencatatkan lebih dari 10,9 juta penonton dan menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia.

2. Mencuri Raden Saleh (2022)

Mencuri Raden Saleh

Disutradarai Angga Dwimas Sasongko, film heist action ini mengikuti sekelompok anak muda yang merancang misi mencuri lukisan bersejarah karya maestro Raden Saleh demi menyelamatkan sahabat mereka yang terjerat masalah hukum.

Film ini sukses meraih lebih dari 2,2 juta penonton bioskop dan dipuji sebagai salah satu film aksi lokal dengan eksekusi paling matang, membuka jalan bagi rencana sekuelnya.

3. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Diadaptasi dari novel karya Buya Hamka, film drama sejarah karya sutradara Sunil Soraya ini mengisahkan cinta terlarang antara Zainuddin dan Hayati yang terhalang adat dan perbedaan status sosial di Minangkabau era 1930-an, dengan tragedi tenggelamnya kapal Van der Wijck sebagai klimaks ceritanya.

Dibintangi Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian, film ini meraih lebih dari 1,7 juta penonton dan dinobatkan sebagai film terlaris Indonesia pada tahun 2013, sekaligus meraih sejumlah penghargaan di Festival Film Indonesia dan Indonesian Choice Awards.

4. Pengepungan di Bukit Duri (2025)

Pengepungan di Bukit Duri

Film action thriller karya Joko Anwar ini berlatar Jakarta tahun 2027, mengangkat isu konflik agama dan etnis lewat sorotan tajam terhadap dunia pendidikan. Dibintangi Morgan Oey, Omara Esteghlal, dan Endy Arfian.

Pengepungan di Bukit Duri sukses meraih lebih dari 70.000 penonton di hari pertama tayang dan akhirnya turun layar dengan total sekitar 1,8 hingga 1,89 juta penonton, menjadikannya salah satu film thriller terlaris Indonesia.

5. 5 cm (2012)

5 cm

Diangkat dari novel populer karya Donny Dhirgantoro, film karya sutradara Rizal Mantovani ini mengisahkan lima sahabat yang memutuskan tidak saling berkomunikasi selama beberapa bulan sebelum akhirnya bertemu kembali untuk mendaki Gunung Semeru bersama.

Dibintangi Fedi Nuril, Herjunot Ali, Raline Shah, dan Pevita Pearce, 5 cm meraih pendapatan sekitar 6,3 juta dolar AS di box office dan sinematografinya diganjar penghargaan di Festival Film Indonesia 2013, sekaligus menjadi salah satu film yang mempopulerkan budaya pendakian gunung di kalangan anak muda Indonesia.

6. 1 Kakak 7 Ponakan (2025)

1 Kakak 7 Ponakan

Disutradarai Yandy Laurens, film drama keluarga ini mengisahkan seorang kakak yang harus mengurus tujuh keponakannya sekaligus setelah serangkaian peristiwa yang mengubah struktur keluarga besar mereka, dengan sentuhan komedi hangat khas Yandy Laurens.

Film ini tercatat sebagai film Indonesia pertama yang menembus 1 juta penonton di tahun 2025, hanya dalam waktu 17 hari tayang, dan dipuji sebagai eksplorasi baru sang sutradara dalam genre drama keluarga.

7. Love for Sale (2018)

Love for Sale

Disutradarai Andibachtiar Yusuf, film drama romantis ini mengisahkan Richard, seorang pria lajang kronis yang tertantang teman-temannya untuk membawa pasangan ke sebuah pernikahan, hingga mempertemukannya dengan Arini lewat situs kencan dan sebuah kontrak 45 hari yang berubah menjadi kisah cinta tak terduga.

Dibintangi Gading Marten dan Della Dartyan, film ini mengantarkan Gading Marten meraih Piala Citra untuk kategori Aktor Terbaik, dan kesuksesannya melahirkan sekuel Love for Sale 2.

Kesimpulan

Ketujuh film di atas menunjukkan betapa beragamnya kekuatan perfilman Indonesia, dari drama sejarah klasik, kisah persahabatan yang membekas, aksi heist yang menegangkan, hingga komedi horor yang memecahkan rekor box office.

Pencapaian penonton dan penghargaan yang diraih masing-masing film membuktikan bahwa industri film Tanah Air terus berkembang dan mampu bersaing dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

You May Also Like
Film Terbaik Karya Joko Anwar
Baca Selengkapnya

10 Film Terbaik Karya Joko Anwar

Joko Anwar dikenal sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di industri perfilman Indonesia modern. Karyanya membentang lintas genre,…
5 Film Terbaik Karya Ernest Prakasa
Baca Selengkapnya

5 Film Terbaik Karya Ernest Prakasa

Ernest Prakasa dikenal sebagai salah satu komika yang sukses bertransformasi menjadi sutradara papan atas Indonesia. Ciri khasnya adalah…