Dedek Bambang Suwito Air Tenang Menghanyutkan

Budidaya Jamur Tiram

4 min read

Budidaya Jamur Tiram

Budidaya Jamur Tiram- Berdasarkan manfaatnya, jamur dibagi menjadi tiga kelompok. Diantaranya terdapat jamur yang bisa dikonsumsi, jamur yang dapat digunakan sebagai obat, dan jamur yang beracun. Penting untuk diingat bahwa jamur yang dapat dikonsumsi ini memiliki nilai gizi yang sangat tinggi dan disebut dengan jamur edible atau layak makan.

Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk wilayah Indonesia karena masih termasuk salah satu iklim tropis. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai usaha jamur tiram ini bisa terbilang cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit dalam hal ini adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Menyiapkan Kumbung

Kumbung
pixabay.com

Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan sederhana, yang didalamnya terdapat rak-rak untuk meletakkan baglog. Dan hal yang paling penting ialah bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.

Bangunan ini biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung dapat dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan sekali-kali menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas dan akan berakibat menghilangkan lembab yang ada di kumbung. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester hal ini bertujuan agar air yang dipakai saat menyiram jamur bisa meresap.

Mempersiapkan Media Tumbuh

Media Tumbuh Jamur Tiram
agrowindo.com

Sebelum membudidayakan jamur anda harus mempersiapkan media tanamnya terlebih dahulu agar segala proses pembudidayaan jamur dapat berjalan dengan baik. Media tumbuh jamur tiram berupa baglog yang dari serbuk gergaji yang dibungkus plastik berbentuk tabung dan pada salah satu ujungnya diberi lubang.

♥ Bahan Membuat Baglog (Volume 100)

  • Sediakan tepung jagung sebanyak 0,6 kg
  • Sediakan ampas tebu dan serbuk gergaji sebanyak 10,5 kg
  • Sediakan TSP sebanyak 1 kg
  • Sediakan dedak halus sebanyak 21 kg
  • Sediakan kapur 3 buah beri air secukupnya dengan kandungan air sebanyak 60% dan pH medianya diukur.

♥ Cara Membuat Baglog

  • Campurkanlah semua bahan yang telah tersedia dengan komposisi dan takaran yang telah disebutkan.
  • Selanjutnya aduk semua bahan secara merata jangan sampai tersisa gumpalan.
  • Lalu masukkan bahan yang telah dicampur ke dalam plastik dengan ukuran 20×35 cm dengan ketebalan sekitar 0,5 mm. Padatkan bahan tersebut agar baglog terbentuk dengan baik.
  • Hal yang perlu diperhatikan pada saat pengisian plastik adalah tusuk 2 bagian ujung bawah plastik dengan jari agar permukaan bawah plastik rata agar baglog dapat duduk tegak dan tidak miring.
  • Perhatikan pada saat pengisian jangan terlalu penuh dan sisakan sekitar 15 cm agar lebih mudah saat diikat.
  • Berat baglog yang ideal ialah 1,2 kg, maka baglog harus ditimbang.
  • Langkah berikutnya yaitu proses pengikatan, pengikatan dilakukan dengan cincin khusus untuk penutup baglog, sisa ujung plastik pada cincin dilipat keluar dan diikat menggunakan karet tahan panas.
  • Tutup mulut baglog menggunakan kapas lalu tutup kembali menggunakan bahan kertas dan ikat kembali dengan karet.
  • Kukus baglog selama ±12 jam, dikukus didalam wadah berupa drum atau sejenisnya, penghitungan jangka waktu pengukusan dimulai dari saat air dalam drum mendidih, jika pengukusan sudah selesai, angkat baglog dari drum dan diamkan selama 8 jam dalam ruangan tertutup.

Penanaman Bibit

Budidaya Jmaur Tiram
rumahjamur.biz

Hal yang paling diperhatikan dalam budidaya jamur ialah mengenai pembibitan. Mengapa demikian? Karena dalam proses ini nantinya kan menentukan bagus atau tidaknya kualitas jamur yang dihasilkan. Dalam melakukannya pun anda tidak boleh sembarangan ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam proses pembibitan.

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana pembibitan budidaya jamur tiram.

  • Proses pembibitan harus diruangan yang lembab dan tertutup
  • Semprotlah ruangan secara merata menggunakan alkohol dengan takaran 95%
  • Gunakanlah sarung tangan saat penyemprotan
  • Untuk memudahkan dalam penanaman bibit balog yang akan diinokulasi diletakkan di depan dekat tangan kiri
  • Bukalah karet pada balog, kertas penutup dan juga kapas penutup balog
  • Lalu berikanlah 3 sendok makan bibit ke dalam setiap satu balog media dengan merata
  • Balog yang sudah diberikan bibit kemudian ditutup kembali menggunakan kapas
  • Langkah diatas harus anda lakukan dengan cepat namun tetap hati-hati dan teliti
  • Balog yang sudah ditanami dengan bibit kemudian diletakkan pada rak dan dibiarkan saja hingga seluruh balog tumbuh dengan sendirinya
  • Jika pada seluruh bagian balog media telah ditumbuhi jamur, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log dibuka.
  • Agar kelembaban tetap terjaga semprotkan lah dengan menggunakan sprayer pada setiap baglog.
  • Jika anda terkendala belum bisa membuat baglog dan memasukkan bibit jamur sendiri, anda dapat  membeli baglog yang sudah berisi bibit jamur yang sudah siap dibudidayakan pada pembudidaya jamur lainnya atau membelinya pada penjual baglog.

Merawat Baglog

Perawatan Baglog
daquagrotecheno.org

Terdapat dua cara dalam menyusun baglog dalam rak, yaitu diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara ini mempunyai kelebihan masing-masing. Baglog yang disusun secara horizontal akan lebih aman dari siraman air. Bila pada saat penyiraman terlalu berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog.

Dengan begitu, untuk melakukan pemanenan jamur akan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih banyak menyita ruang.

Berikut ini penjabaran mengenai perawatan budidaya jamur tiram:

♦ Langkah pertama yaitu buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog sebelum menyusun baglog. Setelah itu diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai anda terbuat dari tanah, maka seringlah melakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.

♦ Kemudian, potonglah ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh jamur lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan jangan disiram, cukup siram pada bagian lantainya saja.

♦ Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman lebih baik membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin banyak kabut maka semakin sempurna pengabutan, dan hal ini akan semakin baik untuk pertumbuhan jamur. Anda dapat menyiramnya 2 – 3 kali sehari, tergantung dari suhu dan kelembaban kumbung. Anda tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16 – 24 derajat celsius.

Masa Panen Jamur Tiram

Memanen Budidaya Jamur Tiram
pixabay.com

“Jarak panen pertama pada jamur tiram ke panen berikutnya berkisar 2 – 3 minggu”

Setelah menjalani proses yang cukup panjang maka tiba saatnya jamur akan dipanen, namun pada saat memanen ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan masa usia panen juga menjadi pertimbangan anda agar hasil budidaya jamur tiram anda berkualitas.

Kalau baglog yang dipakai permukaannya sudah tertutup dengan sempurna oleh misellium, pada umumnya dalam kisaran waktu 1 – 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah dapat dipanen. Jika perawatan baglog baik jamur dapat dipanen 5 – 8 kali.

Hal yang harus anda ketahui ialah baglog dengan bobot sekitar 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 – 0,8 kilogram. Setelah itu baglog dapat dibuang atau bisa dijadikan bahan pupuk kompos. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Lebih tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah dan warna dari jamur tersebut masih putih bersih.

Jika sudah memasuki masa panen maka panenlah dengan segera kalau tidak warna dari jamur tiram tersebut dapat berubah menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya kualitas pada jamur anda. Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak akan tahan lama.

Itulah pembahasan mengenai bagaimana cara berbudidaya jamur tiram dengan baik dan menghasilkan hasil yang maksimal. Terimakasih untuk para pembaca setia semoga dengan adanya artikel ini akan menambah wawasan dan pengetahuan anda.

Selamat bereksperimen.

Terimakasih.

0
Dedek Bambang Suwito Air Tenang Menghanyutkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *