Dedek Bambang Suwito Air Tenang Menghanyutkan

Tata Nama Senyawa

5 min read

Tata Nama Senyawa

Tata Nama Senyawa-Zat kimia dahulunya diberi nama sesuai dengan penemu nya, yaitu nama tempat, nama zat asal, sifat zat, dan lainnya. Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya jumlah zat yang ditemukan baik itu zat alami atau buatan, maka perlu adanya tata nama yang dapat mempermudah untuk penyebutan nama suatu zat.

Perlu anda ketahui bahwa tata nama senyawa disusun berdasarkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). IUPAC merupakan Badan Internasional yang membuat tata nama senyawa kimia yang ada pada dunia ini.

Untuk lebih memahami materi tata nama senyawa, berikut ini akan dibahas materi yang berkaitan dengan tata nama senyawa. Simak baik-baik ya!

Tata Nama Senyawa

Tata Nama Senyawa
pixabay.com

Dalam hal ini tata nama senyawa dikelompokkan menjadi dua bagian, tujuannya agar mempermudah anda dalam mengetahui penamaannya. Dua kelompok dalam tata nama senyawa yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Dan senyawa anorganik dibagi dua bagian lagi, yaitu senyawa biner dan senyawa poliatomik. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini.

Tata Nama Senyawa Anorganik Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk atas dua unsur, unsur-unsur tersebut ada yang berasal dari satu unsur logam dan satu unsur non logam atau berasal dari dua unsur non logam. Berikut ini akan dijelaskan mengenai tata nama senyawa anorganik biner logam dengan non logam dan tata nama senyawa anorganik biner non logam dengan non logam.

Tata Nama Senyawa Anorganik Biner Logam dengan Non Logam

A. Logam yang Mempunyai Satu Bilangan Oksidasi

Logam yang memiliki satu bilangan oksidasi (alkali, alkali tanah, dan alumunium). Penamaanya dengan menyebutkan nama logam didepan kemudian nama non logam diikuti akhiran -ida.

Logam + nonlogam –ida
Contoh Logam yang Mempunyai Satu Bilangan Oksidasi

    • NaBr    = Natrium Bromida
    • Na2O   = Natrium Oksida
    • K2O     = Kalium Oksida
    • MgBr2 = Magnesium Bromida
    • CaS      = Kalsium Sulfida.

B. Logam yang Mempunyai Lebih dari Satu Bilangan Oksidasi

Logam yang memiliki lebih dari satu logam oksidasi, pada penulisan namanya nama logam di depan disertai menuliskan bilangan oksidasi dengan angka romawi dalam tanda kurung dan nama nonlogam dibelakang diakhiri dengan akhiran -ida.

Logam + (bilangan oksidasi logam) + nonlogam -ida
Contoh Logam yang Mempunyai Lebih dari Satu Bilangan Oksidasi

    • CuCl = Tembaga (I) Klorida
    • CuCl2 = Tembaga (II) Klorida
    • SnO = Timah (II) Oksida
    • SnO2 = Timah (IV) Oksida

Senyawa-senyawa yang dihasilkan tersebut berupa senyawa ion karena terbentuk dari atom yang mempunyai muatan positif dan negatif dengan cara menyerahkan dan menerima elektron.

Contoh:

  • Kalsium Klorida (CaCl2) terbentuk dari ion Ca2+ dan Cl
  • Natrium Oksida (Na2O) Terbentuk dari ion Na2+ dan O2-

Cara lain untuk menuliskan persamaan unsur logam yang mempunyai nilali bilangan oksidasi lebih dari satu yaitu sebagai berikut:

  1. Unsur logam yang mempunyai bilangan oksidasi kecil ditulis dengan akhiran -o.
  2. Unsur logam yang memiliki bilangan oksidasi besar ditulis dengan akhiran -i.

Contoh :

  • FeCl= Fero Klorida (bilangan oksidasi Fe = +2 ⇒ lebih kecil)
  • FeCl3= Feri Klorida (bilangan oksidasi Fe = +3 ⇒ lebih besar)
  • CuCl = Kupro Klorida (bilangan oksidasi Cu = +1 ⇒ lebih kecil)
  • CaCl2= Kupri Klorida (bilangan oksidasi Cu = +2 ⇒ lebih besar)

Tata Nama Senyawa Anorganik Biner Non Logam dengan Non Logam

Anda harus mengetahui bahwa atom yang cenderung memiliki muatan positif diletakan di depan, sedangkan atom yang cenderung bermuatan negatif diletakkan dibelakang sesuai dengan urutan berikut ini:

B – Si – C – Sb – As – P – N – H – Te – Se – S – I – Br – Cl – O – F

Contoh:

  • amonia =NHbukan H3N
  • air = H2O bukan OH2

Selanjutnya, senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam diberi nama sesuai nama kedua unsur yang bersangkutan, dan diberikan akhiran -ida. Ada tiga aturan dalam penulisan tata senyawa nonlogam, berikut penjelasannya.

A. Atom nonlogam membentuk satu senyawa dengan atom lain

Atom nonlogam yang hanya membentuk satu senyawa dengan atom lainmaka atom yang cenderung bermuatan positif diletakkan didepan dan atom yang memiliki muatan negatif diletakkan dibelakang dengan akhiran -ida.

Nonlogam (+) + nonlogam (-) -ida
Contoh Atom nonlogam membentuk satu senyawa dengan atom lain

    • H2S = Hidrogen Sulfida
    • HBr = Hidrogen Bromida
    • HCl = Hidrogen Klorida

B. Atom yang Bersenyawa Membentuk Lebih dari Satu Jenis Senyawa

Hal yang harus anda ketahui juga ialah mengenai pasangan atom yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, diberi nama dengan menyatakan jumlah atom tiap unsur dan diakhiri dengan -ida. Adapun angka indeks dalam bahasa Yunani nya yaitu:

1 = mono                                6 = heksa

2 = di                                      7 = hepta

3 = tri                                      8 = okta

4 = tetra                                  9 = nona

5 = penta                               10 = deka

Namun bila indeks 1 dimiliki oleh unsur pertama, angka indeks tidak perlu disebutkan.

Jumlah atom – nonlogam + jumlah atom – nonlogam -ida
Contoh Penamaanya

    • NO = Nitrogen Oksida
    • NO= Nitrogen Dioksida
    • N2O5 = Dinitrogen Pentaoksida
    • CCl4 = Karbon Tetraklorida
    • SO3 = Belerang Trioksida
    • Cl2O7 = Dikloro Heptaoksida

C. Senyawa-senyawa Umum

Untuk senyawa-senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu menggunakan aturan tersebut.

Contoh Senyawa Umum

    • amonia =NH
    • air = H2O

Tata Nama Senyawa Anorganik Poliatomik

Tata Nama Senyawa Anorganik Poliatomik
pixabay.com

Senyawa anorganik poliatomik adalah senyawa yang berasal dari ion-ion poliatomik. Ion poliatomik adalah ion yang terdiri dari dua atom atau lebih atom-atom yang terikat bersama-sama dan membentuk ion, baik itu ion positif (kation) maupun ion negatif (anion).

Anion poliatomik terbentuk dari atom nonlogam dengan oksigen atau sering disebut dengan (anion beroksigen). Adaopun penulisan tata nama senyawa poliatomik sebagai berikut.

A. Untuk Anion Sejenis (Oksigen Berbeda)

Untuk anion sejenis dengan jumlah oksigen berbeda, yaitu jika mengandung oksigen lebih bnayak namanya diberi akhiran -at, jika oksigen lebih sedikit maka penulisan namanya diberi akhiran -it.

Contoh Anion Sejenis Oksigen Berbeda

    • SO32−= Sulfit
    • SO42−= Sulfat
    • NO3= Nitrat
    • NO2= Nitrit

B. Anion Mengandung Oksigen Lebih dari 4

Selanjutnya yaitu untuk anion yang mengandung jumlah oksigen lebih dari 4, penamaanya yaitu ion yang mengandung oksigen paling sedikit diberi awalan hipo- dan diakhir diberi tulisan -it, jika mengandung oksigen paling banyak diberi awalan per- dan dikahiri dengan kata -at.

Contoh Anion Mengandung Oksigen Lebih dari 4

    • ClO= Hipoklorit
    • ClO22− = Klorit
    • ClO4= Perklorat

C. Penamaan Senyawa Poliatomik

Penamaan senyawa poliatom diawali dengan menyebutkan nama kationnya setelah itu disusul dengan anionnya.

Contoh Penamaan Senyawa Poliatom

    • Na2SO3 = Natrium Sulfit
    • Na2SO4 = Natrium Sulfat
    • Na3PO3 = Natrium Fosfit
    • Na3PO4 = Natrium Fosfat
    • NaClO = Natrium Hipoklorit
    • NaClO2 =Natrium Klorit
    • NaClO3 = Natrium Klorat
    • NaClO4 = Natrium Perklorat

Tata Nama Senyawa Organik

Perlu anda ketahui bahwa jumlah senyawa organik snagatlah bnayak dan tata nama senyawa organik juga lebih kompleks, mengapa demikian? Ya , karenatata nama senyawa organik tidak dapat ditentukan dari rumus kimianya saja, tetapi dari rumus struktur dan gugus fungsinya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai tata nama senyawa kimia yang sederhana, karena untuk tata nama senyawa organik akan dibahas pada materi selanjutnya.

Dibawah ini akan diberikan contoh dari tata nama senyawa organik yang sederhana, berikut penjabarannya.

Contoh Tata Nama Senyawa Organik

    • CH4 = Metana
    • C2H6 = Etana
    • C3H8 = Propana
    • C2H4 = Etena
    • C3H6 = Propena
    • C2H2 = Etuna / asetilena
    • C3H4 = Propuna
    • C2H5OH = Etanol
    • CH3COOH = Asam Etanoat / cuka
    • C3H6O = Propanon / Aseton
    • CH2O = Formaldehid (Formalin)

Tata Nama Senyawa Asam dan Basa

Senyawa Asam

Asam merupakan senyawa yang memiliki kation H+dan suatu anion. Senyawa asam dibagi menjadi dua bagian yaitu: Senyawa Asam Oksi dan Senyawa Asam Nonoksi, untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini:

A. Senyawa Asam Oksi

Dalam senyawa oksi ada tiga jenis dalam tata cara penamaanya, berikut penjelasannya:

 

Unsur nonlogam hanya membentuksatu senyawa berakhiran -at

Contoh: H2CO= Asam Karbonat.

 Nonlogam yang membentuk 2 jenis asam, dengan oksigen sedikit berakhiran -it, oksigen banyak berakhiran -at

.Contoh:

  • H2SO3 = Asam Sulfit
  • H2SO4 = Asam Sulfat
  • HNO2 = Asam Nitrit
  • HNO3 = Asam Nitrat
 Senyawa asam oksihalogen, penamaan pada bilangan oksidasi atau jumlah oksigennya

Contoh:

  • HClO =  Asam Hipoklorit
  • HClO2 = Asam Klorit
  • HClO3 = Asam Klorat
  • HClO4 = Asam Perklorat

B. Senyawa Asam Nonoksi

Penamaan pada unsur nonlogam pada asam nonoksi diberi akhiran -ida

Contoh:

  • HCL = Asam Klorida
  • HBr = Asam Bromida
  • H2S = Asam Sulfida

Senyawa Basa

Senyawa basa merupakan sneyawa yang didalam larutannya mengandung ion hidroksida (OH). Dalam penamaannya senyawa basa mempunyai dua aturan yaitu basa dari logam dengan bilangan oksidasi tunggal dan basa dari logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu. Berikut ini penjelasannya.

A. Basa dari Logam Dengan Bilangan Oksidasi Tunggal

Aturan dalam penamaannya adalah sebagai berikut

Logam + Hidroksida
Contoh Basa dari Logam Dengan Bilangan Oksidasi Tunggal

    • NaOH = Natrium Hidroksida
    • Ca(OH)2 = Kalsium Hidroksida
    • Ba(OH)2= Barium Hidroksida

B. Basa dari Logam dengan Bilangan Oksidasi Lebih dari Satu

Adapun aturan dalam penamaan basa dengan bilangan oksidasi lebih dari satu

Logam + (biloks) + Hidroksida
Contoh Basa dari Logam dengan Bilangan Oksidasi Lebih dari Satu

    • CuOH = Tembaga (I) Hidroksida
    • Cu(OH)2 = Tembaga (II) Hidroksida
    • Co(OH)2 = Kobalt (II) Hidroksida
    • Cu(OH)3 = Kobalt (III) Hidroksida.

Penutup

Demikianlah pembahasan materi mengenai tata nama senyawa, semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dan para pembaca lainnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan tata nama senyawa.

Selamat mencoba dan mengerjakan.

Terimakasih.

0
Dedek Bambang Suwito Air Tenang Menghanyutkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *