Cara Menanam Cabai [Mudah, Praktis dan Terlengkap]

9 min read

Cara Menanam Cabai

Cara Menanam Cabai – Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia, ternyata mempengaruhi jumlah kebutuhan akan bahan panganan seperti cabai baik cabai rawit, cabai merah besar maupun cabai hijau besar.

Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi.

Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabe, baik untuk dijual maupun sekadar untuk persediaan sendiri.Berikut ini kami paparkan beberapa cara menanam cabai.

Cara Menanam Cabai Hidroponik

Cara Menanam Cabai
Pixabay.com

“Kita ketahui cabai merupakan tanaman yang sangat digemari oleh rakyat Indonesia, karena memiliki rasa yang pedas sehingga sering digunakan sebagai bumbu masakan”

Maka dari itu banyak sekali orang yang ingin melakukan budidaya cabai, dikarenakan tingkat kebutuhan yang tinggi serta harga jual yang mahal.Kebutuhan akan tanaman cabai selalu meningkat setiap tahunnya, ditambah masuk hari besar seperti hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha dan natal.

Namun karena kurangnya pengetahuan akan cara menanam hidroponik cabai, petani awam sering mengalami kegagalan sehingga membuat mereka rugi.

Pada kesempatan ini kami akan membagikan cara menanam cabai hidroponik step by step yang bisa anda ikuti agar hasil budidaya cabai berhasil, sehingga dapat menikmati hasilnya. Berikut penjelasannya

Penyiapan Media Tanam Hidroponik

Cara Menanam Cabai
Cara Menanam Cabai Hidroponik Sederhana

“Cara menanam cabai hidroponik disebabkan oleh kurangnya lahan untuk budidaya”

Maka dari itu banyak sekali petani lebih memilih mencoba hal baru yang lebih efisien, salah satunya adalah teknik hidroponik karena lahan yang diperlukan tidak harus luas.

Pada cara menanam cabai hidroponik hal pertama yang harus anda siapkan adalah media tanam yang akan digunakan untuk budidaya cabai dan tempat hidroponik.

Media tanam sederhana yang bisa digunakan adalah cocopeat dan campuran arang sekam serta tempat budidaya hidroponik yaitu potongan pipa dan botol minuman.

Setelah semua selesai hal yang terpenting anda juga harus membuat sumbu yang akan digunakan untuk penyerapan nutrisi air agar tanaman cabai bisa bertumbuh dengan sempurna.Sumbu sebaiknya berasal dari kain flanel karena penyerapan tinggi.

Pemilihan Bibit Cabai

Cara Menanam Cabai
Pixabay.com

Terdapat 2 jenis cabai yang bisa digunakan dalam pemilihan bibit cabai  yaitu hybrida dan cabai lokal.

Dari kedua jenis cabai diatas, cabai lokal merupakan jenis cabai yang sangat mudah dibudidayakan di Indonesia karena lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan iklim dan jenis tanah.Tetapi untuk hasil cabai yang berkualitas bibit hybrida lebih diunggulankan dibandingan bibit lokal.

Rendam benih cabai dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Biji yang tenggelam pada umumnya lebih baik untuk ditanam dibanding yang tidak tenggelam.

Penyemaian Benih Cabai

Cara Menanam Cabai
Pixabay.com

Penyemaian dilakukan agar calon tanaman cabai atau bibit cabai yang akan dibudidayakan memiliki kesempatan hidup lebih tinggi, karena dalam penyemaian bibit cabai akan memperoleh perawatan maksimal, pengontrolan tinggi sehingga pertumbuhan bibit bisa maksimal.

♦ Berikut ini tahap – tahap penyemaian bibit cabai hidroponik, yaitu :

  1. Pilih tempat yang akan digunakan dalam penyemaian berupa polybag dengan ukuran kecil, baki serta petakan tanah.
  2. Lalu siapkan media semai yaitu campuran tanah humus, arang sekam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 3:1:1 secara merata.
  3. Kemudian isi kedalam tempat semai yang anda pilih ( jangan terlalu penuh )
  4. Taburkan bibit kedalam tempat semai yang sudah diisikan dengan media semai tadi, berikan ruang yang lebar didalam tempat semai agar calon tanaman cabe memperoleh ruang untuk tumbuh maksimal.
  5. Lakukan penyiraman setiap hari pada pagi dan sore, tunggu hingga bibit tumbuh tunas sekitar umur 25 sampai 30 hari bibit siap dipindahkan.

Penanaman Bibit Cabai Hidroponik

Cara menanam Cabai
Pixabay.com

Langkah selanjutnya dalam cara menanam cabai hidroponik adalah proses penanaman. Pada proses penanaman pastikan bibit sudah berumur 25 sampai 30 hari, sehingga bibit benar-benar siap dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan kokoh.

Lakukan pencabutan bibit cabai dengan pelan, siram terlebih dahulu  tempat semai agar tanah menjadi basah sehingga mudah dicabut dan akar tanaman cabai tidak rusak.

Dalam proses pemindahan bibit cabai harus dilakukan dengan hati-hati agar calon tanaman cabai tidak mengalami kerusakan sehingga beresiko kematian.

Nutrisi Tanaman Cabai Hidroponik

Cara Menanam Cabai
Pixabay.com

Pemberian tambahan nutrisi pada tanaman cabai hidroponik sebaiknya dalam dosis yang tepat, pada pemberian nutrisi awal sebaiknya dalam jumlah 600 hingga 700 ppmb atau sekitar 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B serta dicampur dengan air 1 liter.

Namun setelah tanaman cabai hidrponik sudah mulai berdaptasi dengan pemberian tambahan nutrisi ini anda bisa menambah dosisnya setiap 10 hari sekali.

Pemberian tambahan nutirisi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan unsur hara yang tidak diperoleh karena budidaya menggunakan teknik hidroponik, namun jika pemberian tambahan nutrisi dilakukan pada tanaman yang baru saja dipindah akan beresiko merusak cabai karena tanaman terkejut dengan kandung pemberian nutrisi secara tiba-tiba.

Pemeliharaan Tanaman Cabai Hidroponik

Cara Meananm Cabai
Floradanfauna.com

Meskipun kita menanam tanaman cabai hidroponik, kita juga harus memperhatikan bagaimana perkembangan dari tanaman tersebut, agar kebutuhan akan unsur hara dan serangan penyakit serta hama dapat ditanggulangi dengan benar sehingga budidaya yang anda lakukan akan berhasil.

Berikut  beberapa cara pemeliharaan tanaman cabai hidroponik:

Penuhi Kebutuhan Unsur Hara Tanaman

Unsur Hara Tanaman Cabai
pertanian99.com

Cara menanam cabai hidroponik tidaklah mudah, salah satu cara yang dilakukan agar kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi  anda harus melakukan penyemprotan pupuk cairan dari pupuk kandang maupun pupuk kimia sehingga proses pertumbuhan dan permbuahan cabai dapat dilakukan secara maksimal.

Mengontrol Nutrisi

Cara menanam cabai
pexels.com

Pemberian nutrisi dalam teknik hidroponik sangat penting dilakukan, oleh karena itu anda harus sering melakukan kontrol nutirisi sehingga tanaman cabai memperoleh unsur hara yang cukup.

Selain pemberian nutrisi kelembaban tanah ternyata juga penting, maka dari itu nutrisi dan kelembaban tanah harus rutin dicek agar cabai yang anda budidaya dapat tumbuh dan berbuah optimal.

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman

Cara Menanam Cabai
Pexels.com

“Perlu diketahui bahwa tanaman hidroponik juga bisa diserang oleh beberapa penyakit”

Lakukan penyemprotan pestisida organik maupun kimia secara berskala, jangan terlalu sering melakukan penyemprotan penyakit pada cabai hidroponik karena dapat merusak pertumbuh tanaman itu sendiri.

Beberapa penyakit yang sering menyerang cabai hidroponik adalah kutu daun, tungau, ulat, bercak daun, busuk buah, dan lain lain.

Masa Panen Cabai Hidroponik

Cara Menanam cabai
pixabay.com

Cara menanam cabai hidroponik adalah salah satu solusi para petani, cabai merupakan salah satu tanaman yang memiliki harga jual tinggi ini ternyata dapat dibudidayakan tanpa memerlukan lahan kosong yang luas.

Pada zaman yang canggih sekarang ini budidaya cabai dapat dilakukan dengan lahan terbatas bahkan hanya dengan menggunakan pekarangan rumah masing-masing.

Cara menanam cabai hidroponik yang terakhir adalah masa panen,  cabe dapat dipanen setelah berumur 80 sampai 90 hari namun untuk lebih efektifnya anda bisa melakukan panen setelah cabai berwarna merah dan memilih sedikit garis hijau.

Lakukan panen pada pagi dan sore, jika panen anda lakukan panen siang hari maka buah cabe yang dihasilkan akan rusak atau bobot turun. Oleh karena itu usahakan untuk memetik cabe pada pagi atau sore agar bobot yang dihasilkan maksimal.

Cara Menanam Cabai Praktis Dirumah

Cara menanam Cabai
pixabay.com

“Cabai merupakan bumbu yang selalu ada hampir di semua masakan Indonesia”

Sebabnya orang Indonesia adalah pecinta pedas sehingga ketika harga cabai naik, pastilah timbul kehebohan di tengah masyarakat. Ketika terjadi kelangkaan cabai, maka tentu saja harganya pun menjadi melesat jauh.

Jika Anda merupakan penggemar cabai, dari pada harus membeli alangkah baiknya jika Anda hanya tinggal memetik saja di halaman Anda. Tidak usah khawatir, cara menanam cabai mudah kok. Anda juga tidak perlu membutuhkan lahan yang luas.Berikut adalah caranya:

Pembibitan cabai

Cara menanam Cabai
m.kbr.id

Hal yang paling utama dalam menanam cabai ialah melalui bibit yang digunakan. Pilihlah bibit cabai yang berkualitas agar hasilnya juga akan memuaskan.

♦ Cukup mudah memilih bibit cabai.

  1. Pilihlah bibit cabai yang masih segar
  2. Kupas cabe lalu ambil bijinya
  3. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Cara lain untuk mendapatkan bibit cabe adalah dengan membeli bibit cabe di toko.

Namun jika Anda hendak menanam cabe dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabe yang dijual di toko biasanya dalam sekala besar dan tentu saja mahal.

Menyemai Cabai

Menyemai Cabai
stock.adobe.com

Setelah selesai pembibitan cabai, langkah selanjutnya ialah penyemaian cabai. Proses yang sangat mudah namun banyak sekali orang yang gagal dalam tahap ini.

♦ Begini cara menyemai cabai agar cepat tumbuh:

  1. Siapkan tempat penyemaian. Polybag misalnya.
  2. Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
  3. Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
  4. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.
  5. Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya.
  6. Tunggu hingga benih berkecambah.
  7. Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Penanaman Cabai

Cara menanam Cabai
Pixabay.com

Setelah berumur 4 minggu, pindahkan benih cabai pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika Anda tetap menggunakan media tanam polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan.

Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Pemupukan Cabai

Cara menanam Cabai
bertani.co.id

Yang perlu di perhatikan dalam menanam cabai salah satunya adalah pemupukan, agar nantinya hasil yang dituai sesuai dengan yang diharapkan. Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabe menjadi lebih organik.

Perawatan Cabai

Perawatan Cabai
ide-rumahku.blogspot.com

Cara merawat cabai tidaklah sesulit yang dibayangkan, apalagi menanamnya disekitar rumah, hal ini membuat kita tidak terlalu memakan banyak waktu dalam merawatnya.

Cara menanam cabai yang sangat mudah bukan? Sirami cabai setiap hari. Dan juga seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengganggu pertumbuhan cabai. Jika ada cabut secara rutin agar cabai bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Memanen Cabai

Memanen Cabai
gitacinta.com

Setiap jenis cabai mempunyai variasi masing-masing tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya.

Buah seperti ini sudah termasuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.

Cara Menanam Cabai Rawit di Pot atau Polybag

Cara Menanam Cabai
Mediatani.com

Cara menanam cabai rawit di pot atau polybag mungkin masih sedikit asing bagi sebagian besar orang. Padahal, cara menanam cabai rawit di rumah ini mudah dilakukan dan tidak membutuhkan lahan yang luas.Rasa pedas dari cabai rawit tidak hanya memberikan rasa nikmat, tapi juga dipercaya menambah nafsu makan.

Berbeda dari jenis cabai yang lain, cabai rawit memiliki ukuran lebih kecil dengan rasa yang lebih pedas.Begitu pentingnya cabai rawit bagi masakan, maka tiap rumah tangga harus tahu tentang cara menanam cabai rawit di pot atau polybag di rumah.

Memilih Bibit Cabai Rawit Yang Berkualitas Tinggi

cara menanam cabai
Pixabay.com

Ada beberapa langkah yang harus dikerjakan sebelum menanam cabai rawit di pot atau polybag. Untuk skala kecil atau rumah tangga, bibit cabai rawit bisa menggunakan cabai dari dapur atau membeli cabai rawit yang sudah tua di pasar.

Jika ingin membuat bibit cabai rawit yang mudah, pilih cabai yang sudah benar-benar tua. Ciri-cirinya kulit cabai rawit berwarna merah menyala.

Jangan membuat bibit dari cabai rawit yang tangkainya sudah kering dan kulitnya keriput. Meskipun warna kulitnya merah, bisa jadi cabai rawit tersebut terlalu lama disimpan.

Pilihlah cabai rawit yang terlihat segar dan tidak keriput. Sementara tangkainya masih berwarna hijau segar.

Bisa juga membeli bibit cabai rawit di toko pertanian atau pasar bunga. Tapi biasanya harganya sangat mahal. Cara memilih bibit cabai rawit yang mudah dan murah adalah membeli cabai rawit yang sudah tua di pasar.

Menyemai Bibit Cabai Rawit Agar Cepat Tumbuh

Menyemai Bibit Cabai Rawit
bpkptapin.wordpress.com

Setelah mendapat cabai rawit yang berkualitas, cabai di belah terlebih dahulu untuk diambil bijinya. Biji cabai rawit kemudian dicuci hingga bersih untuk membuang lendirnya. Cara menanam cabai selanjutnya adalah melakukan seleksi benih, yaitu dengan cara merendam biji cabai dalam air.

Buanglah biji cabai yang terapung dan melayang, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan benih. Biji cabai rawit yang sudah dijemur dan kering dapat disemai langsung atau disimpan.

♦ Berikut cara menyemai benih cabai rawit agar cepat tumbuh:

  1. Menyiapkan media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 : 1.
  2. Aduk media semai hingga benar-benar merata. Diamkan di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan selama kurang lebih seminggu.
  3. Setelah satu minggu, rendam benih cabai rawit yang sudah dibuat sebelumnya ke dalam air hangat kuku selama tiga jam. Tambahkan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) ke dalam air tersebut untuk merangsang perkecambahan. Jika tidak punya ZPT, kamu bisa menggunakan air bawang merah.
  4. Masukkan media semai ke dalam polybag kecil. Kemudian disiram hingga basah. Setelah itu, masukkan 1 benih cabai rawit untuk setiap polybag dengan membuat lubang sedalam 1-15 cm.
  5. Letakkan polybag untuk menyemai benih cabai rawit di tempat yang teduh. Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman 1-2 kali per hari, gunakan gembor untuk menyiram agar tanah tidak memadat. Dalam waktu 7–10 hari benih biasanya sudah berkecambah.
  6. Setelah dua hari berkecambah, bibit mulai diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap agar tidak terjadi etiolasi. Yaitu pertumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah dan tampak pucat, daun kecil, dan batang tidak kokoh.
  7. Jika sudah mencapai usia 25–30 hari atau tumbuh 6-8 daun, bibit cabai rawit sudah bisa ditanam ke pot atau polybag yang lebih besar.

Cara Menyiapkan Media Tanam

Menyiapkan Media Tanam
jurukebun.com

Media tanam untuk menanam cabai rawit dalam pot atau polybag adalah campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, sekam mentah dan arang sekam dengan perbandingan 3 : 2 : 1 : 1. Media tanam sebaiknya disiapkan 7 atau 10 hari sebelum usia bibit siap untuk dipindah tanamkan.

Untuk menanam cabai rawit sebaiknya menggunakan pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm. Untuk pot, bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah, seperti ember, kantong plastik, kaleng bekas cat, atau jerigen bekas.

Penanaman Cabai rawit di media

Penanaman Cabai rawit di media
alamtani.com
  1. Pemindahan bibit cabai rawit ke media tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  2. Siram terlebih dahulu media tanam di pot atau polybag hingga basah.
  3. Lepaskan tanah media semai dari polybag penyemaian dengan hati-hati jangan sampai pecah atau rusak.
  4. Buat lubang tanam tepat di tengah-tengah pot atau polybag untuk menanam cabai rawit.
  5. Letakkan bibit cabai rawit yang sudah disemai ke dalam lubang yang sudah dibuat.
  6. Tutup pangkal bibit menggunakan tanah sambil ditekan-tekan sedikit supaya bibit kokoh.
  7. Setelah itu disiram dengan air secukupnya.

Perawatan Cabai Rawit di Pot atau Polybag

Perawatan Cabai Rawit di Pot
liputan6.com

Setelah pemindahan bibit selesai, letakkan pot atau polybag pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 3 atau 4 hari.Pada hari kelima bibit sudah beradaptasi dengan baik pada media tanam dan bisa mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Rajin-rajin memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabai menjadi lebih organik. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik (pupuk kimia) atau pupuk organik.

Jenis pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk NPK dan pupuk kandang yang sudah matang. Akan lebih baik jika menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi.

Pada musim hujan, tanaman cabai rawit sebaiknya ditutup dan diberi lubang seperlunya pada pangkal batang saja. Tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur media tanam.

Sering-sering melakukan penyiangan untuk membersihkan rumput yang tumbuh di media tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman.

Jangan lupa untuk menyirami cabai rawit setiap hari. Tapi jangan menyiram terlalu banyak. Ini akan menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.

Nah, sekarang kamu sudah pahamkan bagaimana cara menanam cabai? bisa juga dilakuikan dirumah dengan beberapa media yang sudah dijelaskan. Sekarang kamu tak perlu khawatir dengan fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap saat. Selamat mencoba

0

Struktur Tubuh Jamur

mardinata
6 min read

Jamur Pada Tempe

mardinata
4 min read

Budidaya Jamur Kuping

mardinata
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *